Ad image

Armada Sampah Kabupaten Batang Bertambah, Namun 3 Kecamatan Masih Belum Terlayani

3 Min Read

, reaksinasional.com – Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya memperkuat layanan pengelolaan sampah dengan menambah armada pengangkut. Namun demikian, hingga awal 2026, layanan Dinas (DLH) Batang masih belum menjangkau seluruh wilayah. Tercatat, tiga dari total 15 kecamatan di Kabupaten Batang belum terlayani armada sampah milik pemerintah daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto menjelaskan, saat ini DLH masih mengandalkan puluhan kendaraan untuk melayani pengangkutan sampah di berbagai titik wilayah.

“Untuk sarana pengangkut sampah di Batang saat ini, dump truck ada 15 unit, amroll 4 unit, dan pick-up 4 unit. Total armada yang kami miliki ada 23 unit,” kata Rusmanto saat ditemui di kantornya, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menyebutkan, jumlah tersebut sudah termasuk pengadaan armada baru melalui anggaran perubahan tahun 2025. Namun, armada tambahan tersebut belum dapat dioperasionalkan karena masih menunggu kelengkapan administrasi.

“Kami ada satu pengadaan truk baru, tetapi belum difungsikan karena masih menunggu kelengkapan surat-menyurat. Setelah KIR dan STNK keluar, rencananya baru akan digunakan pada tahun 2026,” jelasnya.

Meski sebagian besar kendaraan masih dalam kondisi laik jalan, Rusmanto mengakui terdapat kendala pada fasilitas pendukung lainnya, khususnya kontainer sampah. Sejumlah kontainer dilaporkan sudah rusak berat dan tidak lagi dapat digunakan.

“Beberapa kontainer memang sudah tidak bisa dimanfaatkan. Kalau direhabilitasi biayanya cukup tinggi, sehingga secara nilai ekonomis tidak seimbang,” terangnya.

Di sisi lain, tantangan utama pengelolaan sampah di Kabupaten Batang tidak hanya terletak pada jumlah armada, tetapi juga pada volume sampah yang terus meningkat. Setiap hari, sekitar 90 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Beban tersebut tidak hanya ditangani oleh armada DLH, tetapi juga melibatkan peran pemerintah desa yang memiliki kendaraan pengangkut sendiri, termasuk desa-desa yang telah menjalin nota kesepahaman atau kerja sama dengan DLH.

“Ini termasuk sampah yang dikirim menggunakan armada desa dan kendaraan yang sudah melakukan MoU dengan DLH,” ungkap Rusmanto.

Meski armada terus dioptimalkan, pemerataan layanan masih menjadi pekerjaan rumah. Rusmanto mengakui bahwa hingga saat ini baru mampu melayani 12 kecamatan.

“Sementara ini dari 15 kecamatan, yang ter-cover baru 12 kecamatan. Untuk yang belum terlayani, yakni Kecamatan Bawang, Pecalungan, dan Wonotunggal, pengangkutan sampahnya belum menggunakan armada DLH,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Batang pada 2026, agar layanan pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata dan tidak lagi bergantung pada pengelolaan mandiri di tingkat kecamatan maupun desa.

Share This Article