SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa Timur melalui kegiatan Apresiasi Seniman dan Pelaku Budaya yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Minggu (22/2/2025). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya serta penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyerahkan apresiasi kepada para seniman dan pelaku budaya, sekaligus tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya. Selain itu, sebanyak 46 Sertifikat WBTbI diserahkan kepada 22 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan budaya daerah.
Dalam sambutan selamat datangnya, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa budaya di Kota Malang tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, melainkan identitas yang hidup dan terus berkembang. Menurutnya, selain tradisi yang dijalankan para seniman, Kota Malang juga memiliki sejumlah cagar budaya yang terus dijaga dan dirawat.
Ia menyampaikan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan tagline “Menolak Lupa” yang digagasnya. Melalui semangat tersebut, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat diajak untuk menjaga dan merawat cagar budaya agar tetap lestari. Wahyu menilai langkah itu berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisata. Pada momentum Natal dan Tahun Baru, Kota Malang disebut menjadi salah satu destinasi wisata dengan jumlah kunjungan terbanyak setelah Bali, berkat daya tarik heritage yang terjaga.
Pemerintah Kota Malang juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya penambahan tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya yang dinilai sebagai bentuk perhatian nyata terhadap para penjaga warisan sejarah.
Selain pelestarian bangunan dan situs bersejarah, Pemkot Malang memberi perhatian pada regenerasi pelaku budaya. Wahyu mengungkapkan geliat budaya di Kota Malang kini telah merambah generasi muda bahkan anak usia dini. Ia mencontohkan anak-anak taman kanak-kanak yang telah mampu bermain dan membuat topeng sebagai bukti keberlanjutan tradisi di tengah arus budaya global.
Menurutnya, fasilitas seperti Taman Krida Budaya menjadi ruang tumbuh dan berprosesnya para seniman sekaligus wadah ekspresi budaya yang terus bertransformasi menjadi kekuatan pembangunan daerah. Pada kesempatan itu, Wahyu juga mengajak para tamu undangan menikmati wajah heritage Kota Malang, bernostalgia di kawasan bersejarah, serta merasakan atmosfer kota yang memadukan nilai sejarah dan unsur kekinian.
Ia menegaskan Kota Malang siap menjadi bagian dari jejaring destinasi budaya Jawa Timur yang saling terhubung dan saling menguatkan. Kehadiran para tamu diharapkan tidak hanya membawa kesan baik, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku budaya yang dinilainya sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menguatkan Warisan Budaya Takbenda maupun cagar budaya di seluruh daerah.
Khofifah juga menginstruksikan para wali kota dan bupati untuk menginventarisasi seluruh Warisan Budaya Takbenda yang ada di wilayah masing-masing. Menurutnya, warisan budaya harus terus tumbuh agar dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadi identitas serta kekuatan pembangunan Jawa Timur. Sertifikat WBTbI yang diserahkan, lanjutnya, merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Kebudayaan RI, yang perlu ditindaklanjuti dengan penguatan manuskrip dan digitalisasi agar kekayaan budaya Jawa Timur terdokumentasi dengan baik sebagai referensi budaya Indonesia dan dunia.


