SEMARANG, ReaksiNasional.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi inisiatif warga RW 04 Silayur Lawas Duwet yang menggelar tradisi ruwatan sebagai bentuk ikhtiar dalam mengatasi maraknya kecelakaan di kawasan tersebut. Meski demikian, pemerintah kota menegaskan tetap melakukan upaya maksimal melalui langkah-langkah teknis dan kebijakan.
Agustina menilai tradisi ruwatan, termasuk sedekah bumi dan pertunjukan wayang, dapat menjadi kekuatan dari sisi kultural dan spiritual masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah tidak bergantung pada pendekatan tersebut semata, melainkan terus bekerja keras mencari solusi konkret.
Menurutnya, Pemkot Semarang telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, serta sejumlah perusahaan di sekitar lokasi untuk menekan angka kecelakaan, khususnya di tanjakan Silayur yang dikenal rawan.
Upaya tersebut antara lain melalui pengaturan lalu lintas, rencana pembangunan portal, serta dukungan pengamanan dari aparat kepolisian. Ia berharap sinergi antara pendekatan teknis dan kultural dapat memberikan dampak positif terhadap keselamatan masyarakat.
Agustina optimistis, jika kedua pendekatan tersebut berjalan beriringan, kondisi di kawasan Silayur akan semakin aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Ia juga menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi berkelanjutan.
Sebelumnya, warga setempat sepakat menghidupkan kembali tradisi ruwatan sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan di lokasi yang kerap disebut sebagai “tanjakan tengkorak”. Selain faktor teknis, sejumlah peristiwa kecelakaan juga kerap dikaitkan dengan cerita mistis yang berkembang di masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan angka kecelakaan di kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan.


