BANDUNG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan aplikasi Sapawarga sebagai pusat informasi mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 sekaligus sarana pemesanan tiket mudik gratis bagi masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengakses informasi jalur mudik, kondisi lalu lintas berbasis CCTV, hingga mendaftar program mudik gratis secara daring.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan pihaknya mengembangkan Super Apps Sapawarga untuk menghadirkan informasi yang akurat dan terintegrasi selama periode mudik. Menurutnya, masyarakat dapat mengetahui jalur mudik yang aman dan lancar, memantau kondisi lalu lintas, serta memperoleh informasi program mudik gratis hanya melalui satu aplikasi.

Ia menjelaskan, pemesanan tiket mudik gratis sudah dapat dilakukan sejak 11 Februari hingga 12 Maret 2026. Saat mendaftar, pemudik diminta mengisi data diri seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK), alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, serta rute keberangkatan. Pemilihan tanggal keberangkatan dilakukan saat aktivasi tiket pada periode 1 hingga 12 Maret 2026.
Selain itu, Diskominfo Jabar akan memaksimalkan fungsi Command Centre sebagai pusat pengelolaan informasi jalur mudik dengan memanfaatkan CCTV yang tersebar di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata di Jawa Barat. Dengan sistem tersebut, kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real time sehingga memudahkan pengambilan keputusan baik bagi petugas lapangan maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan Program Mudik Gratis 2026 akan diberangkatkan pada 13, 14, dan 15 Maret 2026. Titik keberangkatan meliputi Terminal Leuwipanjang Bandung, Terminal Cikarang, serta Kota Bekasi.
Pemprov Jabar bersama Jasa Raharja menyiapkan kuota sebanyak 3.040 tiket mudik gratis dengan dukungan 74 unit bus dari sejumlah perusahaan otobus, antara lain PO Sugeng Rahayu, PO Damri, PO Sinar Jaya, PO Primajasa, dan PO MGI. Program ini menyediakan rute dalam maupun luar Provinsi Jawa Barat dan terbuka bagi seluruh warga asal serta berdomisili di Jawa Barat yang ingin pulang kampung.
Dhani memastikan seluruh armada bus telah memenuhi standar keselamatan melalui pemeriksaan teknis atau ramp check sebelum keberangkatan. Pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang selama perjalanan.
Dishub Jabar turut berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait untuk memastikan keandalan jalur mudik, termasuk mengantisipasi potensi gangguan alam seperti longsor. Ia memperkirakan sekitar 70 persen pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi dan sebagian besar melintasi Jawa Barat melalui jalan tol, sehingga kelancaran arus lalu lintas di ruas tol menjadi perhatian utama.
Melalui integrasi aplikasi Sapawarga dan penguatan sistem pemantauan Command Centre, Pemprov Jabar berharap arus mudik 2026 dapat berjalan lebih aman, lancar, dan terkendali bagi seluruh masyarakat.


