Ad image

Antisipasi Inflasi Nataru, Ahmad Luthfi Guyur Semarang Barat dengan Bansos dan Pasar Murah

3 Min Read

, reaksinasional.com – Menjelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak agresif memperkuat jaring pengaman sosial. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung menyalurkan serangkaian bantuan sosial sekaligus menggelar pengendalian harga pangan di Balai , Kecamatan Semarang Barat, pada Senin (8/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur merealisasikan berbagai program strategis, mulai dari penyerahan Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), layanan kesehatan spesialistik keliling (Speling), hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi warga dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi di akhir tahun.

Sebagai stimulus ekonomi produktif, menyerahkan bantuan modal KUBE senilai Rp 20 juta kepada satu kelompok usaha di Kelurahan Krobokan yang beranggotakan 10 orang. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan serta kemandirian ekonomi masyarakat setempat. Tak hanya itu, ketahanan pangan warga miskin juga diperkuat dengan distribusi 1 ton beras dari stok CPPD. Sebanyak 100 keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah tersebut masing-masing membawa pulang 10 kilogram beras.

Di lokasi yang sama, Ahmad Luthfi juga meninjau pelaksanaan layanan kesehatan jemput bola melalui program Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 5 Desember 2025, program ini tercatat telah menjangkau 748 desa dengan total pelaksanaan sebanyak 814 kali dan melayani lebih dari 81 ribu warga.

Gubernur menekankan bahwa layanan ini tidak hanya fokus pada orang dewasa, tetapi juga deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini (PAUD). Warga setempat, seperti Adinda dari Tawangmas, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas cek kesehatan gratis yang mendetail tersebut.

Selain fokus pada bantuan langsung, Pemprov Jateng juga menggelontorkan subsidi sebesar Rp 86,5 juta dalam bentuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di Krobokan. Berbagai komoditas pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula pasir, hingga bawang merah dan putih dijual dengan harga miring untuk menekan laju inflasi pangan.

Langkah antisipatif Pemprov Jateng menghadapi Nataru tidak berhenti di situ. Pada bulan Desember ini, pemerintah provinsi mendistribusikan subsidi pangan secara masif ke 39 kecamatan yang memiliki akses terbatas atau berada di wilayah pinggiran. Total bantuan logistik yang disiapkan meliputi 195 ton beras, 39 ton gula pasir, 39.000 liter minyak goreng, 19,5 ton telur, dan 9,75 ton bawang merah. (*)

Share This Article