Angin Puting Beliung Terjang Tiga Kecamatan, Jalur Salatiga–Dadap Ayam Sempat Terputus

2 Min Read
Petugas gabungan mengevakuasi pohon dan tiang listrik tumbang akibat angin puting beliung di wilayah Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Sabtu (31/1/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Peristiwa angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang pada Sabtu siang (31/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Hembusan angin kencang tersebut mengakibatkan kerusakan di beberapa desa serta memutus sementara jalur penghubung Salatiga–Dadap Ayam.

Kapolsek Pabelan AKP Wahyono S. Pd. menjelaskan bahwa angin puting beliung melanda tiga desa yang berada di tiga kecamatan berbeda, yakni Dusun Nali, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh; Dusun Barukan, Kecamatan Tengaran; serta Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan. Berdasarkan keterangan warga, angin bergerak dari arah Lapangan Sumberejo menuju ke arah barat.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah pohon besar dan tiang listrik tumbang hingga menutup badan jalan. Kondisi ini menyebabkan jalur Salatiga–Dadap Ayam tidak dapat dilalui sementara waktu oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas warga sempat terganggu.

AKP Wahyono menambahkan, pihak kepolisian bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi terdampak, khususnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, untuk melakukan penanganan awal. Ia memastikan bahwa dalam kejadian angin puting beliung tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Petugas gabungan langsung melakukan pembersihan material pohon dan tiang listrik yang tumbang guna membuka kembali akses jalan agar dapat segera dilalui kendaraan. Penanganan di lapangan melibatkan unsur TNI, BPBD Kabupaten Semarang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan dampak bencana serta pendataan kerusakan yang ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah pemulihan fasilitas umum, khususnya jalur penghubung antar kecamatan, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kejadian serupa di wilayah masing-masing.

Share This Article