Ad image

Andalkan Kolaborasi, Pemkot Salatiga Tekan Angka Kemiskinan Jadi 4,20 Persen

2 Min Read

, Reaksi Nasional – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mencatatkan kinerja positif dalam upaya . Sepanjang tahun 2025, angka kemiskinan berhasil ditekan secara signifikan hingga menyentuh level 4,20 persen.

Wakil Wali Kota Salatiga, , menyatakan capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi dan strategi saling dukung antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Salah satu kunci untuk bisa berkolaborasi adalah komunikasi yang baik. Saya ingin semua OPD menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, sehingga antardinas bisa saling mendukung dan menutupi celah satu sama lain,” ujar Nina saat menerima audiensi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).

Dalam pertemuan yang membahas Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025-2029 tersebut, Nina menginstruksikan agar sinergi lintas sektoral terus diperkuat. Ia menekankan agar program pemerintah tidak berjalan monoton atau tumpang tindih, melainkan saling melengkapi.

Guna memastikan tren positif ini berlanjut, Nina meminta mekanisme evaluasi diperketat. Ia mewajibkan pelaporan keberhasilan maupun kendala program dilakukan setiap tiga bulan sekali. Menurutnya, sebelum evaluasi enam bulan, pemerintah harus mengetahui apa yang perlu dipersiapkan dan kendala di lapangan. Dengan begitu, saat evaluasi semesteran sudah ada solusi yang dijalankan, sehingga hasil akhir tahun bisa maksimal.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Siswo Hartanto, mengungkapkan bahwa capaian tahun 2025 ini melampaui ekspektasi. Angka 4,20 persen sejatinya merupakan target yang ditetapkan untuk tahun 2026.

“Kami melaporkan di 2025 kita sudah bisa mencapai penurunan yang sangat baik yaitu 4,20 persen. Angka ini sebenarnya target untuk 2026,” jelas Siswo.

Dengan capaian ini, target tahun 2026 akan dikoreksi agar lebih progresif, yakni ditekan hingga angka tiga persen. Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkot Salatiga menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 2,54 persen pada tahun 2030. Siswo menambahkan, strategi penanggulangan kemiskinan difokuskan pada perbaikan sembilan dimensi utama, meliputi konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan.


Share This Article