Ad image

Ambulans Gratis Tangerang Layani 6.052 Warga, Dinkes Waspadai 5 Penyakit Ini

3 Min Read

– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mencatat layanan ambulans gratis Pemerintah Kota Tangerang telah melayani sebanyak 6.052 permohonan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mencakup penanganan kasus kegawatdaruratan medis hingga pelayanan sosial kemasyarakatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, merinci total capaian tersebut terdiri dari layanan Ambulans Smart 119 dan Ambulans Reguler. Tercatat, Ambulans Smart 119 menangani 2.346 kasus yang mayoritas merupakan kegawatdaruratan medis dan rujukan rumah sakit.

Sementara itu, Ambulans Reguler melayani 3.635 permohonan. Layanan ini meliputi antar-jemput pasien non-gawat darurat serta pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat lainnya.

Dini menambahkan, pihaknya juga menyiagakan armada selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama operasional Posko Nataru, tercatat sebanyak 71 layanan ambulans diberikan kepada masyarakat, baik untuk penanganan medis di lokasi maupun rujukan ke fasilitas kesehatan.

“Layanan ambulans gratis ini dihadirkan untuk memastikan seluruh masyarakat Kota Tangerang mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan tanpa biaya,” ujar Dini dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

Selain memaparkan kinerja layanan ambulans, Dinkes Kota Tangerang turut mengeluarkan imbauan terkait potensi penyakit menular di musim penghujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangerang, dr. Yumelda Ismawir, menyebutkan ada lima penyakit utama yang perlu diwaspadai, yakni Demam Berdarah Dengue (), Cikungunya, , Influenza, dan Diare.

Yumelda menyoroti pentingnya masyarakat memahami perbedaan gejala penyakit tersebut. DBD umumnya ditandai demam tinggi mendadak dan bintik merah, sedangkan Cikungunya memiliki gejala serupa namun disertai nyeri persendian yang hebat.

Selain itu, ia memberikan atensi khusus pada Leptospirosis yang disebabkan bakteri dari urine tikus. Gejala khas penyakit ini meliputi nyeri pada otot betis dan mata memerah.

“Jika tidak segera ditangani, Leptospirosis bisa mengakibatkan kematian. Bagi warga yang beraktivitas di area genangan air, disarankan menggunakan sepatu bot untuk mencegah masuknya bakteri melalui luka di kulit,” jelas Yumelda.

Sebagai langkah pencegahan DBD, Dinkes terus menggalakkan inovasi “Baba Resik” (Bareng-bareng Memberantas Sarang Nyamuk) dengan konsep 10.10. Konsep ini mengajak warga membersihkan 10 tempat bersarang nyamuk dalam waktu 10 menit setiap Jumat pagi.

Yumelda juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala sakit. Warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila demam tidak kunjung membaik dalam tiga hari.

“Kota Tangerang memiliki jaringan puskesmas yang siap melayani, bahkan ada puskesmas dengan layanan UGD 24 jam. Jangan menunggu parah, segera periksakan ke tenaga medis,” pungkasnya.

Share This Article