CIREBON, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Cirebon mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mencari solusi penanganan banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Mundu. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan lintas instansi yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai, dinas tingkat provinsi, perangkat daerah terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta para kuwu di wilayah setempat, disertai dengan peninjauan langsung ke lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penyebab banjir sekaligus merumuskan penanganan jangka pendek dan jangka panjang agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Berdasarkan pendataan awal, banjir di Kecamatan Mundu berdampak pada sedikitnya enam desa. Genangan air yang terjadi mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama apabila curah hujan kembali meningkat.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menangani persoalan banjir secara serius dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya maksimal agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi.
Menurut Agus, sejumlah faktor menjadi penyebab utama banjir, di antaranya kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta tersumbatnya aliran air oleh sampah. Kondisi tersebut, kata dia, tidak bisa ditangani secara parsial karena permasalahan banjir saling berkaitan dari wilayah hulu hingga hilir.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas sektor, tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah provinsi, BBWS, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui para kuwu, masyarakat diimbau untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan saluran air dan drainase.
Dalam penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan sejumlah titik rawan banjir, salah satunya kawasan Grand Pamengkang. Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang dan instansi terkait guna memastikan adanya tanggung jawab bersama dalam penanganan infrastruktur pengendali banjir.
Agus menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi, Balai Besar Wilayah Sungai, serta pihak-pihak terkait lainnya. Pemerintah daerah juga akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyusun langkah penanganan yang lebih menyeluruh serta berkelanjutan.
Dengan sinergi semua pihak, Pemkab Cirebon berharap persoalan banjir di Kecamatan Mundu dapat ditangani secara efektif dan mampu memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat.

