Ahmad Luthfi Prioritaskan Perbaikan Tanggul Jebol, Rob Tayu Segera Ditangani

4 Min Read
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau lokasi rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), sekaligus memastikan percepatan perbaikan tanggul jebol dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

PATI, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi memprioritaskan penanganan rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, dengan mempercepat rehabilitasi tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi paling mendesak untuk menghentikan masuknya air laut yang terus menggenangi permukiman warga.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat meninjau langsung kondisi wilayah terdampak rob di Desa Tunggulsari, Selasa (23/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan bahwa rehabilitasi tanggul menjadi prioritas utama penanganan jangka pendek guna melindungi masyarakat dari dampak banjir rob yang terus berulang.

“Rob di wilayah Tayu, Pati, sudah kita cek, sudah kita rapatkan dan finalkan. Hari ini sudah kita ambil keputusan bahwa yang paling utama dalam waktu dekat adalah membuat tanggul,” kata Luthfi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Perbaikan tersebut diharapkan mampu menahan limpasan air laut agar tidak kembali memasuki kawasan permukiman warga.

Selain fokus pada rehabilitasi infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak rob dengan total nilai mencapai Rp316 juta. Bantuan tersebut meliputi logistik, bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan sekolah, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Saat memimpin rapat terbatas di lokasi, Luthfi meminta pemerintah desa memastikan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh warga yang membutuhkan.

“Kepala desa tolong pastikan bantuan ini tepat sasaran. Segera bagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk terus melakukan pendampingan kepada masyarakat terdampak.

Tim kesehatan telah diterjunkan untuk memberikan layanan medis kepada warga, sementara Dinas Pendidikan diminta melakukan pemetaan dampak rob terhadap sekolah dan peserta didik agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat.

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemprov Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati serta instansi terkait akan menyusun langkah penanganan yang lebih komprehensif. Upaya tersebut meliputi pengembangan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, kajian pembangunan tanggul permanen, hingga pembangunan breakwater atau pemecah gelombang dengan dukungan pemerintah pusat.

“Jangka panjang pasti masih banyak yang harus kita lakukan. Nanti akan kita rapatkan kembali untuk mengambil langkah-langkah yang lebih komprehensif,” kata Luthfi.

Kedatangan gubernur di lokasi rob disambut haru oleh warga. Salah seorang warga, Sugiono, menyampaikan harapannya agar tanggul yang jebol segera diperbaiki sehingga air rob tidak lagi menggenangi rumah-rumah penduduk.

“Beberapa hari air tidak pernah surut karena tanggul jebol. Semoga dengan kunjungan gubernur dan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi warga kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Jumiah yang rumahnya sempat dikunjungi gubernur. Ia mengaku rumahnya pernah terendam air hingga sekitar 50 sentimeter akibat rob yang melanda wilayah tersebut.

“Kemarin airnya lumayan tinggi. Terima kasih Pak Gubernur sudah mau berkunjung dan menengok kami,” katanya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan darurat berjalan cepat sekaligus menyiapkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi risiko rob yang kerap melanda kawasan pesisir Kecamatan Tayu.

Share This Article