Abon Pepaya hingga Kopi Luwak Liberica Ramaikan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali

4 Min Read
Sejumlah pelaku UMKM desa menampilkan produk unggulan, mulai dari olahan pangan lokal hingga kopi luwak Liberica, dalam Pameran Produk Unggulan Desa pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).

BOYOLALI, ReaksiNasional.com – Beragam produk unggulan desa dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Pameran Produk Unggulan Desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Rabu (14/1/2026). Produk-produk yang ditampilkan mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan sapi khas Boyolali, hingga yang dikenal sebagai komoditas langka.

Sekretaris TP PKK Boyolali Mindaryati menilai puncak peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali menjadi momentum penting untuk mendorong desa-desa agar semakin berkembang dan inovatif, sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM. Ia berharap kegiatan berskala nasional tersebut mampu memotivasi desa untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.

Mindaryati menjelaskan, pameran tersebut menjadi ruang promosi bagi produk sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang dilakukan Tim Penggerak PKK melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan UP2K Terpadu dari tingkat kecamatan hingga desa. Melalui pembinaan tersebut, berbagai produk lokal yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini mampu diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi, salah satunya abon pepaya yang memanfaatkan bahan baku melimpah di Boyolali.

Selain abon pepaya, Boyolali juga menampilkan aneka olahan sapi yang menjadi ciri khas daerah, seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru. Produk-produk tersebut menarik perhatian pengunjung karena mengangkat potensi peternakan lokal yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Pameran juga diikuti pelaku UMKM dari luar . Salah satunya Fitriyati, Kepala Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang membawa produk kopi KAPAK PRABU atau Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru. Ia menjelaskan kopi yang dipamerkan merupakan kopi Liberica, jenis kopi langka yang di Indonesia hanya terdapat di beberapa wilayah, termasuk Desa Prangat Baru.

Fitriyati menyebut kopi Liberica dari desanya memiliki cita rasa khas dan telah diminati hingga pasar mancanegara. Menurutnya, kopi tersebut pernah menarik minat pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, China, Italia, Spanyol, dan Malaysia. Keunggulan lain kopi tersebut berasal dari proses alami, karena biji kopi dihasilkan dari luwak liar yang tidak diternakkan, sehingga kualitas biji kopi yang dihasilkan dinilai lebih terjaga.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menilai pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Boyolali dan wilayah sekitarnya. Ia optimistis tingginya aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung mampu memberikan dampak positif bagi sektor usaha dan jasa masyarakat.

Taj Yasin menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan BUMDes dari berbagai daerah menjadi kesempatan strategis untuk memperluas promosi produk desa sekaligus mendorong pelaku usaha agar naik kelas melalui penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes Tabrani menyampaikan bahwa pameran produk unggulan desa di Boyolali diikuti lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi di Indonesia. Peserta pameran terdiri atas perwakilan BUMDes serta UMKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah yang menampilkan beragam produk unggulan desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan pameran produk unggulan desa menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong ekonomi desa dengan mengangkat pelaku usaha di tingkat desa agar mampu bersaing. Melalui kegiatan tersebut, desa diharapkan tidak lagi menjadi pemain pinggiran, melainkan tampil sebagai penggerak utama ekonomi nasional. (*)

Share This Article