90 ASN Pemkab Magelang Diwisuda Usai Ikuti Pelatihan Panatacara dan Pamedharsabda

3 Min Read
Sebanyak 90 ASN Pemkab Magelang mengikuti Wisudha Purnawiyata Pawiyatan Panatacara dan Pamedharsabda Permadani Magelang Bregada 49 dan 50 di GOR Gemilang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Kamis (18/6/2026), sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa.

, ReaksiNasional.com – Sebanyak 90 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Magelang resmi diwisuda setelah mengikuti pelatihan panatacara atau pembawa acara adat dan pamedharsabda atau pembicara dalam bahasa Jawa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Magelang dalam memperkuat pelestarian budaya Jawa di kalangan ASN sekaligus membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter budaya.

Upacara Wisudha Purnawiyata Pawiyatan Panatacara dan Pamedharsabda Permadani Magelang Bregada 49 dan 50 digelar di GOR Gemilang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026).

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, khususnya DPD Permadani Kabupaten Magelang. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung.

“Pawiyatan ini menjadi bukti nyata kiprah Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung,” ujarnya.

Grengseng menegaskan, kemampuan sebagai panatacara dan pamedharsabda bukan sekadar keterampilan berbicara di depan publik. Lebih dari itu, keterampilan tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Jawa, seperti tata krama, etika, kesantunan, dan karakter yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Menurutnya, ASN memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik. Karena itu, kemampuan berkomunikasi secara baik, santun, dan berbudaya menjadi hal penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

“ASN adalah abdi masyarakat, bukan pejabat yang harus dilayani. Mereka harus bekerja cepat, tepat, transparan, dan berintegritas, sesuai filosofi Jawa sepi ing pamrih, rame ing gawe,” katanya.

Grengseng menilai, pelatihan panatacara dan pamedharsabda tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Magelang, yakni mewujudkan daerah yang maju dengan tetap berakar pada budaya lokal.

Sementara itu, Ketua DPD Permadani Kabupaten Magelang Tri Wardoyo menjelaskan, wisuda tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam membina ASN agar memiliki kompetensi budaya, khususnya dalam penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar.

“Kehadiran para tamu tidak hanya sebagai saksi wisuda, tetapi juga sebagai bentuk dukungan dan doa agar Permadani terus berkembang dalam melestarikan budaya,” ungkapnya.

Tri menjelaskan, materi pelatihan yang diberikan kepada peserta meliputi kepermadanian, budi pekerti, tata acara, bahasa dan sastra Jawa, teknik berbicara, tata busana Jawa, tembang, hingga praktik acara kedinasan.

Menurutnya, hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai peserta yang semula rata-rata berada di angka 30,37 saat pretest meningkat menjadi 77,65 saat posttest.

“Ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang sangat baik, dengan kenaikan nilai mencapai 47,28 poin,” jelasnya.

Tri menambahkan, hingga saat ini jumlah lulusan Permadani Kabupaten Magelang telah mencapai 3.007 orang. Para lulusan tersebut diharapkan mampu menjadi agen pelestari budaya Jawa di lingkungan kerja maupun masyarakat masing-masing.

Share This Article