158 Kloter Haji Indonesia Tiba di Madinah, Puncak Kedatangan Diprediksi 6 Mei 2026

2 Min Read
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi 2026, Abdul Basir, memberikan keterangan kepada awak media di Bandara Internasional Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah terkait kesiapan menyambut puncak kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang I.

Madinah, ReaksiNasional.com – Hingga Jumat (1/5/2026) pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 158 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah mendarat di Bandara Internasional Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi. Data tersebut tercatat pada hari ke-11 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi 2026, Abdul Basir, memprediksi puncak kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan terjadi pada 6 Mei 2026 dengan estimasi sebanyak 21 kloter tiba di Bandara Madinah dalam satu hari.

Menurut Basir, jumlah kedatangan tersebut mengalami peningkatan dibanding rata-rata kedatangan harian yang biasanya berkisar 18 kloter per hari.

“Kedatangan kloter biasanya rata-rata 18 kloter per hari,” kata Basir kepada awak media di Bandara AMAA Madinah, Jumat (1/5/2026).

Menghadapi lonjakan kedatangan tersebut, pihak Daker Bandara telah menyiapkan sejumlah skema pelayanan, terutama untuk memastikan kesiapan petugas dalam menangani jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah berkebutuhan khusus.

Basir menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendataan secara detail terhadap jumlah jemaah lansia serta kebutuhan kursi roda dari 21 kloter yang dijadwalkan tiba pada puncak kedatangan.

“Nanti akan cek data dari 21 kloter itu berapa jumlah jemaah lansia, berapa jemaah yang membutuhkan kursi roda sehingga kita bisa mempersiapkan kedatangan mereka,” ujarnya.

Selain itu, petugas Daker Bandara juga diminta menjaga kondisi fisik dan memperkuat koordinasi antartim mengingat mobilitas pelayanan di area bandara cukup tinggi, terutama antara jalur fast track, terminal haji, hingga titik zero yang memiliki jarak cukup berjauhan.

“Sesama petugas harus support karena tempatnya agak berjauhan dari fast track ke terminal haji ke zero agak jauh dan kadang bebannya ada di salah satu titik,” papar Basir.

Dengan kesiapan personel dan penguatan koordinasi lintas layanan, PPIH Arab Saudi berharap proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Madinah dapat tetap berjalan lancar dan tertib selama masa puncak operasional pekan depan.

Share This Article