KENDAL, ReaksiNasional.com – Sebanyak 1.199 calon jamaah haji asal Kabupaten Kendal dipastikan akan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Untuk memantapkan kesiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci, seluruh jamaah mengikuti kegiatan Manasik Haji selama lima hari yang terbagi dalam 13 kelompok wilayah kecamatan.
Rangkaian manasik diawali dengan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Kendal Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Senin (9/2/2026). Kegiatan tingkat kabupaten tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, kemudian dilanjutkan dengan manasik di masing-masing kelompok wilayah kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal berharap seluruh calon jamaah dapat mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar memiliki pemahaman yang baik dan kesiapan yang matang saat menjalankan ibadah haji. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani serta mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum keberangkatan.
Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kendal, Moch Zainal Muttakin, menjelaskan bahwa jamaah haji asal Kendal tahun ini terbagi dalam empat kelompok terbang, yakni Kloter 18, 19, 20, dan 21. Kloter 18 akan bergabung dengan jamaah asal Kabupaten Batang sebanyak 330 orang, sementara Kloter 21 bergabung dengan Kabupaten Semarang sebanyak 174 jamaah.
Ia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perbedaan penyelenggaraan haji pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penyelenggaraan ibadah haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Selain itu, jumlah syarikah juga berkurang menjadi dua, dari sebelumnya delapan.
Zainal menambahkan bahwa musim haji tahun ini berlangsung pada musim dingin, sehingga materi terkait kesehatan dan adaptasi cuaca akan diberikan kepada jamaah dalam manasik tingkat kecamatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Ia juga menyebutkan bahwa jamaah tertua asal Kabupaten Kendal tahun ini berusia 94 tahun.
Menurut rencana, keberangkatan jamaah haji Kendal akan dilakukan pada bulan April 2026 dan masuk dalam gelombang pertama. Ia menjelaskan bahwa perbedaan antara gelombang pertama dan kedua terletak pada rute perjalanan. Jamaah gelombang pertama akan mendarat di Madinah untuk menjalani Arbain sebelum menuju Makkah, sedangkan jamaah gelombang kedua mendarat di Jeddah, langsung menuju Makkah, dan baru melaksanakan perjalanan ke Madinah pada akhir rangkaian ibadah haji.


